Kereta Api Ranggajati yang pertama kali dioperasikan pada 1 November 2016 merupakan salah satu layanan kereta api jarak jauh yang memiliki tingkat minat cukup tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, pembaruan sarana ini menjadi langkah strategis PT KAI untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan perjalanan yang semakin nyaman, modern, dan andal.
Rangkaian kereta Stainless Steel New Generation memiliki konstruksi yang lebih kokoh, tahan lama, serta mendukung efisiensi energi dan operasional. Selain menghadirkan tampilan yang lebih modern, pembaruan ini juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh.
KA Ranggajati dengan rangkaian terbaru memiliki kapasitas total 560 tempat duduk, terdiri dari 200 tempat duduk kelas eksekutif dan 360 tempat duduk kelas ekonomi, dengan susunan 4 kereta eksekutif, 5 kereta ekonomi, serta 1 kereta makan.
Fasilitas unggulan meliputi kursi captain seat ergonomis dengan fitur reclining dan revolving, bagasi yang lebih luas, pintu elektrik, pencahayaan interior yang optimal, serta electric socket dan USB port di setiap kursi. Fasilitas toilet juga ditingkatkan dengan penggunaan kloset duduk, wastafel, dan hand dryer.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menyampaikan bahwa pembaruan sarana KA Ranggajati ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat.
“Perubahan sarana pada KA Ranggajati ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman. KA Ranggajati merupakan salah satu layanan kereta api jarak jauh yang cukup diminati, sehingga peningkatan sarana ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar Sigit.
Pada tahun 2025, jumlah penumpang KA Ranggajati tercatat sebanyak 266.063 orang. Kehadiran sarana baru ini diyakini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat serta okupansi penumpang, khususnya di wilayah Daop 3 Cirebon.
KA Ranggajati melayani relasi Cirebon - Jember (PP) dan berhenti di sejumlah stasiun besar strategis seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, hingga Probolinggo. Kereta berangkat dari Stasiun Cirebon pukul 07.00 WIB dan dari Stasiun Jember pukul 05.45 WIB.
Seiring dengan pengoperasian sarana baru ini, PT KAI menegaskan bahwa tidak terdapat kenaikan tarif tiket. Harga tiket KA Ranggajati tetap mengacu pada tarif batas bawah dan tarif batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pembaruan sarana ini juga mendukung upaya PT KAI dalam menghadirkan layanan transportasi massal yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Peningkatan pelayanan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan serta masukan pelanggan. Harapannya, layanan kereta api tetap relevan, adaptif, dan mampu menghadirkan customer experience terbaik, sejalan dengan upaya keberlanjutan perusahaan,” tambah Sigit.
Masyarakat yang ingin merasakan perjalanan KA Ranggajati dengan sarana Stainless Steel New Generation dapat melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta seluruh kanal resmi penjualan tiket kereta api yang bekerja sama dengan PT KAI.
“Dengan peningkatan sarana dan pelayanan yang terus dilakukan, PT KAI berkomitmen menghadirkan transportasi massal yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, serta ramah lingkungan demi mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan,” tutup Sigit.
.jpeg)